kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.943   26,00   0,15%
  • IDX 9.097   21,93   0,24%
  • KOMPAS100 1.258   2,23   0,18%
  • LQ45 890   0,55   0,06%
  • ISSI 332   1,22   0,37%
  • IDX30 454   1,33   0,29%
  • IDXHIDIV20 537   3,26   0,61%
  • IDX80 140   0,11   0,08%
  • IDXV30 148   1,18   0,80%
  • IDXQ30 145   0,42   0,29%

Cegah corona, pemerintah desak masyarakat dan anak sekolah menahan diri


Minggu, 15 Maret 2020 / 19:56 WIB
Cegah corona, pemerintah desak masyarakat dan anak sekolah menahan diri
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Pemerintah menyatakan hingga Jumat 13 Maret pasien positif COVID-19 di Indonesia bertambah dari 34 menjadi total 69


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Mengingat Covid-19 sudah ditetapkan sebagai bencana, dia mengingatkan agar seluruh masyarakat turut berpartisipasi dalam menyelesaikannya. Dia juga meminta agar pemimpin daerah, sebagai penanggung jawab pengelolaan kebencanaan, memiliki strategi yang baik untuk mengelola masalah ini di daerah masing-masing. 

Achmad pun mengapresiasi beberapa kebijakan pemerintah daerah yang membatasi aktivitas-aktivitas yang berpotensi menimbulkan ruang penularan antara orang. Dia menilai, kebijakan penundaan pertemuan yang bersifat massal sudah menjadi langkah yang tepat.

Baca Juga: Bukan terjangkit corona, ternyata Menhub dirawat di RS karena tifus

Lebih lanjut, Achmad menerangkan, kunci penanganan penyebaran Covid-19 ini berada di masyarakat. Karena itu, dibutuhkan pendekatan komunitas untuk mencegah penularan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×