kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Cadangan Devisa Mei 2023 Tercatat Sebesar US$ 139,3 Miliar, Terendah Sejak Akhir 2022


Minggu, 11 Juni 2023 / 06:15 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada akhir Mei 2023 sebesar US$ 139,3 miliar. 

Cadangan devisa ini turun 3,39% dibandingkan posisi akhir April 2023 yang sebesar US$ 144,2 miliar. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, bila menilik dari data BI, rupanya cadangan devisa ini turun ke level terendah sejak akhir tahun 2022. 

"Cadangan devisa turun, berada di level terendah sejak Desember 2022 yang pada waktu itu tercatat US$ 137,2 miliar," tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (9/6). 

Baca Juga: Meski Turun, Cadangan Devisa Diproyeksi Masih Mampu Menjaga Stabilitas Rupiah

Senada dengan BI, Faisal juga melihat penurunan cadangan devisa seiring dengan kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Kemudian, penurunan cadangan devisa untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan likuiditas valuta asing di sektor perbankan karena akselerasi  kegiatan ekonomi yang berlanjut. 

Selain itu, Faisal menyebut penurunan cadangan devisa Mei 2023 seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global. 

Terutama, terkait arah kebijakan suku bunga global di tengah tren inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang ketat. 

Baca Juga: Membayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Mei 2023 Turun Jadi Rp 139,3 Miliar

Akibatnya, arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pun tersendat. Ini juga mempengaruhi cadangan devisa. 

Dari catatan Faisal, pada Mei 2023, arus modal asing masuk ke Indonesia sebesar US$ 560 juta. Jumlah ini melandai dibanding April 2023 yang sebanyak US$ 1,12 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×