kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi US$ 132,2 Miliar di Akhir Juli 2022


Jumat, 05 Agustus 2022 / 11:55 WIB
ILUSTRASI. Cadangan devisa turun menjadi US$ 132,2 miliar di Juli 2022


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar US$ 132,2 miliar. Jumlah tersebut turun 3,08% atau US$ 4,2 miliar dibandingkan dengan posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2022 yang mencapai US$ 136,4 miliar.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kemudian, posisi cadangan devisa pada Juli juga dipengaruhi oleh  kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2022 Capai 5,44%

Adapun posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8).

Meski cadangan devisa pada Juli mengalami penurunan, ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai.

Hal ini didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×