kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Buruh dan akademisi satu kata menolak RUU Cipta Kerja, dan pembahasan di DPR distop


Kamis, 23 April 2020 / 02:25 WIB


Reporter: , Pratama Guitarra, | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Polemik pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (omnibus law) belum usia. Buruh dan akademisi mulai satu kata menolak RUU Cipta Kerja.

Rabu (22/4), Presiden Jokowi menerima beberapa pimpinan serikat buruh. Mereka yang hadir diantaranya dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). 

Baca Juga: Mahfud MD tanggapi wacana penolakan Perpu No 1/2020 oleh DPR dan gugatan MK

Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, meminta Presiden  Jokowi melibatkan buruh secara aktif dalam pembahasan RUU. "Presiden sudah mendengarkan masukan kami. Tinggal menunggu keputusan yang akan diambil," terangnya usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (22/4). 

Selain Andi Nena Wea, Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, dan Said Iqbal, Presiden  KSPI  juga hadir dalam pertemuan tersebut. 

Baca Juga: DKI Jakarta perpanjang PSBB, yuk siapkan masker pelindung corona sesuai kebutuhan

Penolakan RUU Cipta Kerja juga diangkat dalam aksi pada 1 Mei 2020. Maka dari itu, sebelum melancarkan aksi turun ke jalan, buruh menunggu keputusan pemerintah untuk melibatkan serikat buruh dalam pembahasan RUU agar tidak merugikan buruh. 

Dalam rapat paripurna DPR yang digelar pada 30 Maret  2020, RUU Cipta Kerja berada dijalur paling cepat untuk segera dibahas.

Baca Juga: Pesan lengkap Presiden Jokowi kepada warga agar meningkatkan disiplin melawan corona

Percepatan pembahasan ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam melakukan pemulihan (recovery) pasca menghadapi dampak meluasnya wabah Covid-19 di Indonesia.

SELANJUTNYA>>>




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×