kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bulog Pastikan Harga GKP Tetap Rp 6.500 per Kg, Siapkan Pembayaran Digital ke Petani


Minggu, 11 Januari 2026 / 16:30 WIB
Bulog Pastikan Harga GKP Tetap Rp 6.500 per Kg, Siapkan Pembayaran Digital ke Petani
ILUSTRASI. Panen padi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perum Bulog menegaskan belum ada perubahan harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) petani pada tahun ini.

Harga pembelian GKP tetap dipatok sebesar Rp 6.500 per kilogram, sama seperti ketentuan yang berlaku pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, hingga saat ini Bulog masih berpedoman pada regulasi yang berlaku sebelumnya terkait harga pembelian gabah petani.

Baca Juga: Punya Properti di Banyak Daerah, Ini Harta Pejabat Pajak Dwi Budi Tersangka Suap

“Kami sampai dengan saat ini masih mempedomani aturan yang lama, dengan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram,” ujar Rizal dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bulog, Minggu (11/1/2026).

Meski harga pembelian belum berubah, Rizal mengungkapkan Bulog tengah menyiapkan sejumlah strategi baru pada 2026. Salah satunya adalah penerapan sistem pembayaran digital kepada petani dalam proses pembelian gabah.

Menurutnya, skema pembayaran digital diharapkan dapat meningkatkan transparansi transaksi sekaligus meminimalkan potensi kecurangan di lapangan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“Harapannya, para petani ke depan sudah memiliki rekening dan buku tabungan. Nantinya petani cukup melaporkan nomor rekening, didaftarkan, lalu pembayaran langsung ditransfer,” jelas Rizal.

Baca Juga: OTT KPK Seret Pegawai Pajak, Ditjen Pajak Siapkan Jatuhkan Sanksi

Selain itu, Bulog juga memastikan tetap akan menyerap gabah petani dengan seluruh kualitas (any quality), sebagaimana kebijakan sebelumnya.

Namun demikian, Bulog memberikan catatan khusus agar petani memastikan gabah yang dijual benar-benar berasal dari padi yang telah memasuki usia panen.

“Kami tetap membeli gabah petani dengan seluruh kualitas, dengan catatan padi yang dipanen memang sudah masuk usia panen,” pungkas Rizal.

Selanjutnya: Nusa Raya Cipta (NRCA) Rebound 4,2% ke Rp 1.365, Pantau Support Rp 1.210

Menarik Dibaca: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×