kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Bukukan 2 Miliar Transaksi Cross Border, Ant International Geber Inovasi AI pada 2025


Rabu, 14 Januari 2026 / 13:10 WIB
Diperbarui Minggu, 18 Januari 2026 / 09:41 WIB
Bukukan 2 Miliar Transaksi Cross Border, Ant International Geber Inovasi AI pada 2025
ILUSTRASI. President of Ant International, Douglas Feagin dalam konferensi pers secara daring di Bangkok, Thail (KONTAN/KONTAN) Raksasa teknologi finansial global, Ant International, membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025. ?


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – BANGKOK. Raksasa teknologi finansial global, Ant International, membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Perusahaan asal China ini sukses memfasilitasi lebih dari 2 miliar transaksi digital lintas negara (cross border) bagi para pelaku usaha di Asia Tenggara,  Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin. 

Adapun capaian ini ditopang oleh adopsi keuangan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Saat ini, Ant International tercatat melayani lebih dari 150 juta pelaku usaha secara global, di mana 90% di antaranya merupakan sektor UMKM.

"Di pasar berkembang, adopsi AI dan teknologi baru lainnya yang terukur dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi bisnis skala besar maupun kecil," ujar President of Ant International, Douglas Feagin dalam konferensi pers secara daring di Bangkok, Thailand, Selasa (13/1/2026).

Di sektor inklusi keuangan, Douglas menjelaskan, melalui layanan Bettr, Ant International telah memperluas akses kredit bagi lebih dari 30 juta UMKM dan individu. Ekspansi ini diperkuat dengan investasi strategis di R2 untuk merambah pasar infrastruktur pinjaman tersemat (embedded lending) di Amerika Latin.

Baca Juga: Rupiah Melemah Sentuh 16.877 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik

Tak hanya soal volume, melalui model AI Falcon Time-Series Transformer (TST), perusahaan mengklaim mampu membantu mitra seperti AirAsia mengurangi biaya lindung nilai (hedging) hingga 40%. Selain itu, platform Antom Copilot berhasil memangkas waktu integrasi pembayaran pengguna hingga 95%.

Hasilnya, pengguna platform Antom di luar pasar Tiongkok mencatat pertumbuhan bisnis rata-rata sebesar 75%. Dari sisi keamanan, model risiko SHIELD 3 in 1 milik perusahaan mencapai tingkat presisi 95% dalam mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi, yang sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan pembayaran sebesar 13,5%.

Dominasi Ant International juga terlihat pada layanan Alipay+ yang kini menghubungkan lebih dari 1,8 miliar pengguna melalui 40 mitra pembayaran internasional ke jutaan merchant di lebih dari 100 pasar. Melalui teknologi blockchain, perusahaan memproses dana lintas negara senilai US$ 600 miliar dengan kecepatan operasional 24/7, di mana 95% transaksi rampung di hari yang sama.

Khusus di Asia Tenggara, layanan 2C2P di platform Antom mencatat kenaikan volume transaksi sebesar 38% secara tahunan (year on year/YoY). Douglas bilang, ini terasa di pasar Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Sementara itu, platform lainnya besutan Ant International, WorldFirst yang melayani pelaku ekspor impor UMKM (Small Medium Enterprise/SME) mencatat pertumbuhan nilai transaksi hampir 40%. Di Singapura, ANEXT Bank bahkan membukukan kenaikan volume transaksi lintas negara hingga enam kali lipat, dengan 69% nasabahnya merupakan pelaku usaha mikro.

Di Malaysia, integrasi QR nasional melalui Alipay+ digadang-gadang berhasil membantu wisatawan mancanegara bertransaksi di lebih dari 360.000 UMKM. 

Lebih lanjut, Douglas menegaskan, fokus perusahaan tetap pada penyediaan akses dan mendorong kesejahteraan bagi seluruh pelaku usaha seiring berkembangnya ekonomi digital.

"Ini saatnya bagi para inovator tekfin (fintech) untuk mengubah akses menjadi momentum pertumbuhan nyata dengan biaya yang lebih rendah namun sistem keamanan yang jauh lebih kuat," pungkasnya.

Baca Juga: Sempat Tertekan, Menkeu Purbaya Perkirakan Rupiah Menguat Dua Minggu ke Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×