Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
Langkah efisiensi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi ketidakpastian global. Konflik geopolitik yang masih berlangsung berpotensi memicu kenaikan harga energi dan menambah tekanan pada belanja negara.
Airlangga mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah skenario fiskal untuk mengantisipasi situasi tersebut. Salah satu langkah utamanya adalah mengandalkan pemotongan belanja nonprioritas sambil tetap mempertahankan batas defisit maksimal 3%.
“Selama perang belum mencapai lima bulan, kita masih menggunakan skenario pemotongan anggaran dan tetap menggunakan maksimum defisit 3%,” katanya.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Meski Jumlah Keracunan Bertambah
Meski demikian, kebutuhan efisiensi pada akhirnya sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak bisa meningkatkan beban belanja negara, terutama terkait energi, meski di sisi lain juga berpotensi menambah penerimaan negara dari sektor komoditas.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan keberlanjutan program prioritas, termasuk memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa pengurangan anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













