kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

BPS Ungkap Ironi Harga Beras Naik, Tapi Kesejahteraan Petani Justru Makin Tertekan


Senin, 04 Mei 2026 / 19:09 WIB
BPS Ungkap Ironi Harga Beras Naik, Tapi Kesejahteraan Petani Justru Makin Tertekan
ILUSTRASI. Jumlah cadangan beras Bulog mencapai 5,1 juta ton (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan harga beras belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 justru mengalami penurunan sebesar 0,09% secara tahunan menjadi 125,24.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penurunan ini terjadi karena kenaikan harga yang diterima petani tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya yang harus dibayar petani.

“Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 0,16%, lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,24%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Marak Penipuan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pemerintah Tegas Tak Ada Pungli

Penurunan NTP terdalam tercatat pada subsektor hortikultura. Pada subsektor ini, NTP turun 5,31% akibat indeks harga yang diterima petani merosot 4,99%, sementara indeks harga yang dibayar petani justru naik 0,33%.

Di sisi lain, harga beras justru mengalami kenaikan di seluruh rantai distribusi. Di tingkat penggilingan, harga beras naik 0,50% secara bulanan dan 7,42% secara tahunan.

Sementara di tingkat grosir, harga beras mencatat inflasi sebesar 0,39% month on month dan 5,45% year on year (yoy) . Adapun di tingkat eceran, harga beras naik 0,58% mom dan 4,36% yoy.

Ateng menegaskan bahwa data harga tersebut merupakan rata-rata nasional yang mencerminkan berbagai kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia.

Data BPS tersebut sekaligus mencerminkan, kenaikan harga beras belum sepenuhnya dinikmati oleh petani, karena di saat yang sama biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga petani juga ikut meningkat, sehingga menekan tingkat kesejahteraan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×