kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Pembatasan impor 500 komoditas bisa berdampak ke produksi manufaktur


Rabu, 15 Agustus 2018 / 17:03 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah siap untuk menyetop impor 500 komoditas untuk mengendalikan defisi transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang terus melebar. Pembatasan impor yang dimaksud mulai dari impor barang modal hingga barang konsumsi.

Meski demikian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, pengendalian impor tersebut harus dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, pembatasan impor juga akan dilakukan hanya pada komoditas-komoditas yang memiliki subtitusi dengan produk yang ada di dalam negeri.

Meski begitu, "Tidak mungkin langsung di-replace karena akan ada pengaruh langsung kepada produksi manufacturing kita," kata Suhariyanto, Rabu (15/8).

Lebih lanjut menurutnya, banyak industri di dalam negeri yang memiliki bahan baku lokal maupun dari luar. Makanya, pemerintah masih perlu mengindentifikasi industri mana yang memiliki bahan baku lokal tinggi dan bahan baku impor tinggi.

Beberapa industri dengan bahan baku lokal yang tinggi seperti minyak sawit, industri kertas dan produk kayu, serta industri karet dan plastik. "Jadi perlu dipilah dan dilakukan penajaman," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×