kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BPS: Optimisme pengusaha menurun pada kuartal III-2019


Selasa, 05 November 2019 / 15:01 WIB
BPS: Optimisme pengusaha menurun pada kuartal III-2019
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berbicara saat pemaparan dan jumpa pers pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2018 dan Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV-2018 di Jakarta, Rabu (6/2).

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimisme pengusaha pada kuartal III-2019 ini mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang menunjukkan angka 105,33 atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 108,81.

Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kondisi bisnis pada kuartal III-2019 masih tetap tumbuh walau optimisme pelaku usaha mengalami penurunan.

Baca Juga: BPS: Optimisme Pebisnis dan Konsumen Melandai di Kuartal Ketiga

Kondisi bisnis kuartal III-2019 ini ditopang oleh pendapatan usaha dengan nilai indeks 106,92, penggunaan kapasitas produksi atau usaha dengan nilai indeks sebesar 107,56, dan rata-rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebesar 101,51.

Sementara itu, Suhariyanto juga menunjukkan bahwa optimisme pengusaha tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha pengadaan listrik dan gas dengan nilai ITB sebesar 116,67.

Hanya saja, ada juga lapangan usaha yang menunjukkan penurunan terendah, yaitu lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan ITB sebesar 98,81.

Untuk kuartal IV-2019 mendatang, optimisme pengusaha justru semakin rendah daripada kuartal III-2019. Hal ini terlihat dari perkiraan ITB kuartal tersebut yang menunjukkan angka 104,79.

Baca Juga: Optimisme bisnis diproyeksi menurun Q3 2019, ini kata pengusaha dan ekonom

Sementara bila dilihat dari komponen pembentuk, pengusaha terlihat masih optimistis dengan komponen order dari dalam negeri. Hal ini terlihat dari indeks yang sebesar 113,05. Hanya saja, pesimisme terlihat di komponen order dari luar negeri yang menunjukkan indeks di bawah 100 atau sebesar 98,77.

"Pengusaha memang masih berharap order dalam negeri meningkat, tetapi tidak berharap banyak dari luar negeri karena sadar ekonomi negara-negara mengalami pelemahan," kata Suhariyanto pada Selasa (5/11) di Jakarta.

Bila dilihat dari lapangan usaha, perkiraan menunjukkan masih ada harapan besar dalam lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan ITB sebesar 116,28. Disusul dengan jasa keuangan dan asuransi dengan ITB 113,79 dan pengadaan listrik dan gas dengan ITB sebesar 113,02.

Baca Juga: Tips sukses dari Miliarder Ray Dalio pendiri hedge fund terbesar di dunia

Baca Juga: Jeff Bezos akan membayar pajak Rp 91 triliun per tahun bila Warren jadi Presiden AS




TERBARU

Close [X]
×