kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.154   7,00   0,04%
  • IDX 5.351   -22,20   -0,41%
  • KOMPAS100 695   -0,60   -0,09%
  • LQ45 541   -0,78   -0,14%
  • ISSI 182   -0,93   -0,51%
  • IDX30 303   -0,75   -0,25%
  • IDXHIDIV20 402   0,85   0,21%
  • IDX80 80   -0,04   -0,05%
  • IDXV30 113   1,06   0,95%
  • IDXQ30 101   -0,12   -0,11%

BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) November naik 0,05% menjadi 104,10.


Senin, 02 Desember 2019 / 14:02 WIB
ILUSTRASI. BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) November naik 0,05% menjadi 104,10. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/foc.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yakni NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,21%, Subsektor Holtikultura sebesar 0,13%, dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,04%.

"Kenaikan NTP bulan ini cukup tipis, walau pun harga gabah mengalami kenaikan tapi hal ini dibarengi dengan kenaikan beberapa komoditas seperti bawang merah, ayam, hingga telor," ujar Suhariyanto, Senin (2/12).

Harga gabah pada bulan ini sendiri mengalami kenaikan baik di tingkat petani dan penggilingan. Misalnya Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 1,71% menjadi Rp 5.098 dan di tingkat penggilingan naik 1,64% menjadi Rp 5.203.

Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) naik 2,02% di tingkat petani atau jadi Ro 5.619 dan di tingkat penggilingan naik 1,88% atau jadi Rp 5.728.

Sementara NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan yakni Subsektor Peternakan 0,19 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,28%. Penurunan Subsektor Peternakan imbas dari naiknya harga daging ayam dan telur ras di pasaran. (Hikma Dirgantara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×