kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Sumbang 82,65% ke PDB Kuartal I 2026


Selasa, 05 Mei 2026 / 14:57 WIB
BPS: Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Sumbang 82,65% ke PDB Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Volume bongkar muat peti kemas di Belawan (ANTARA FOTO/Yudi Manar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Konsumsi rumah tangga kembali menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026, mendorong produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,61% secara tahunan. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pengeluaran konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni 54,36% dengan pertumbuhan 5,52% secara year on year (yoy).

Kemudian disusul oleh komponen pengeluaran pembentukan modal tetap bruto (PMTB) alias investasi yang berkontribusi 28,29% terhadap PDB, dan tumbuh 5,96% yoy.  Secara gabungan, konsumsi rumah tangga dan PMTB menyumbang hingga 82,65% terhadap total PDB.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ini Lima Sektor Penopang Ekonomi

"Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi triwulan I 2026 dengan total kontribusi sebesar 82,65%," kata Amalia dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Amalia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh momentum hari besar keagamaan serta meningkatnya mobilitas masyarakat. Hal ini tercermin dari sejumlah subkomponen yang tumbuh tinggi, seperti restoran dan hotel yang meningkat 7,38% serta transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,91%.

Di sisi lain, aktivitas investasi juga menunjukkan perbaikan. PMTB tumbuh positif, antara lain ditopang oleh kenaikan investasi kendaraan sebesar 12,39% serta mesin dan perlengkapannya yang tumbuh 10,78%. Sejalan dengan itu, realisasi investasi juga tercatat meningkat 7,22%.

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 21,81% (yoy). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya realisasi belanja negara, terutama belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR), serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada masyarakat.

Dengan kinerja tersebut, BPS mencatat konsumsi rumah tangga tetap menjadi jangkar utama pertumbuhan ekonomi di awal tahun, sekaligus mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×