kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPS: Kenaikan Harga Beras Penyumbang Inflasi Terbesar Agustus


Jumat, 01 September 2023 / 11:18 WIB
BPS: Kenaikan Harga Beras Penyumbang Inflasi Terbesar Agustus
ILUSTRASI. Harga beras


Reporter: Nindita Nisditia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga beras jadi penyumbang inflasi terbesar di angka 0,05% pada Agustus 2023.

Hingga Agustus 2023, inflasi beras ada di level 7,99% selama delapan bulan terakhir atau year to date (YTD).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan, inflasi beras secara tahunan pada Agustus 2023 merupakan tertinggi sejak Oktober 2023 yang besarannya 13,44%.

Secara bulanan, inflasi beras secara bulanan pada Agustus 2023 juga tercatat berada di level tertinggi sejak Maret 2023, yakni ada di angka 1,42% (MoM).

Baca Juga: BPS: Terjadi Deflasi 0,02% Pada Agustus 2023

Beras di tingkat penggilingan tercatat mengalami peningkatan paling tinggi, harganya tercatat sebesar Rp 11.519 per kilogram (kg), naik 2,59% (MoM) dari harga sebelumnya sebesar Rp 11.228. Secara tahunan, kenaikannya ada di angka 20,27% (YoY).

Adapun harga beras eceran naik menjadi Rp 13.058, atau meningkat sebesar 1,43% mtm dari harga sebelumnya sebesar Rp 12.872.

Harga beras grosir naik menjadi Rp 12.266, meningkat 1,02% mtm dari harga sebelumnya sebesar Rp 12.142.

“Meskipun secara umum terjadi deflasi di tingkat nasional, beras tetap mengalami inflasi setelah sempat tinggi di bulan Februari dan melandai di Mei, Juni, dan Juli,” tutur Pudji saat menyampaikan rilis BPS, Jumat (1/9).

Dari 90 kota yang dipantau, Pudji menyebut ada 86 kota yang mengalami inflasi beras selama delapan bulan terakhir.

Baca Juga: Didorong Kelompok Transportasi, Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,27% di Agustus 2023

"Kenaikan harga sudah terdeteksi di level produksinya, yaitu adanya kenaikan harga gabah baik GKP maupun GKB," ucapnya.

Pudji menyebut, kenaikan harga sejalan dengan adanya fenomena persaingan harga oleh pembeli gabah, baik oleh petani maupun penggilingan.

Di sisi lain, Pudji juga menyampaikan naiknya inflasi juga dipengaruhi jumlah produksi beras yang berkurang karena sudah melewati masa panen yang sudah lewat di bulan Juli lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×