kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

BPS: Harga BBM naik, impor minyak tak turun


Jumat, 26 September 2014 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan Selasa (11/4). Penurunan imbal hasil US Treasury membuat pamor dollar AS memudar../pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/05/2021.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin memperkirakan jika harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan November 2014 ini pun, hal tersebut tak serta-merta dapat menurunkan impor minyak.

"Dalam waktu dekat impor masih akan tetap tinggi, karena kebutuhan tidak bisa dihentikan," kata dia di Jakarta, Jumat (26/9).

Kebutuhan yang diperkirakan akan tetap tinggi diantaranya adalah untuk industri manufaktur, pertambangan, sektor transportasi, perdagagnan, dan konstruksi. "Jadi tidak serta merta impornya akan susut," tegas Suryamin.

Pernyataan Suryamin berbeda dengan pendapat beberapa pihak, yang menilai kenaikan harga BBM dapat menekan konsumsi sehingga mengurangi impor. Meski demikian, kenaikan harga BBM bersubsidi dapat sedikit menghemat anggaran pemerintah.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM terhadap penurunan impor minyak tidak akan signifikan pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi, dengan asumsi kenaikan terjadi pada November.

"Tapi dari segi penghematan lumayan juga, misalnya naik Rp 3.000 per liter jika dikalikan dengan volume impor minyak per hari, dampaknya triliunan rupiah juga," kata Sasmito.

Setidaknya, kata dia, dengan pertimbangan ini Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa segera ambil kebijakan. "Kenaikan harga BBM bisa mengurangi banyak sekali anggaran subsidi yang mencapai ratusan triliun rupiah. Itu bisa menjadi tambahan amunisi untuk dialihkan ke infrastruktur atau ke sektor maritim, dan lainnya," tukas dia. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×