kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.039   39,00   0,22%
  • IDX 5.861   -80,26   -1,35%
  • KOMPAS100 775   -10,86   -1,38%
  • LQ45 584   -5,26   -0,89%
  • ISSI 203   -2,72   -1,32%
  • IDX30 331   -2,44   -0,73%
  • IDXHIDIV20 410   -1,82   -0,44%
  • IDX80 88   -1,06   -1,20%
  • IDXV30 112   -1,12   -0,98%
  • IDXQ30 107   -0,92   -0,86%

BPS: Deflasi terutama karena harga bahan makanan turun


Senin, 01 Oktober 2018 / 13:41 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga barang menurun, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat deflasi sebesar 0,18% month-on-month (MoM) di bulan September 2018.

Ketua BPS Suhariyanto menjelaskan penyebab utama deflasi bulan ini karena penurunan harga bahan makanan dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Penurunan atau deflasi harga bahan pangan tercatat sebesar 1,62% dengan andil sebesar 0,35% dari total deflasi. Sedangkan penurunan harga transportasi, komunikasi dan jasa sebesar 0,05% dengan andil 0,01%.

Pada kelompok bahan makanan, terjadi penurunan harga harga berbagai macam bahan makanan. Seperti daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, cabe rawit dan harga sayuran.

Sedangkan komponen lain masih terjadi inflasi seperti pendidikan, rekreasi dan olahraga yang naik sebesar 0,54% dengan andil 0,04%. Disusul biata kesehatan, naik sebesar 0,41% dengan andil 0,02%.

"Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada pendidikan adalah kenaikan uang kuliah akademi atau perguruan tinggi," jelas Suhariyanto, Senin(1/10).

Tambahan informasi, tingkat inflasi tahun kalender Januari-September 2018 sebesar 1,94%. Tingkat inflasi tahunan sebesar 2,88% year-on-year (YoY).

Melihat data perkembangan inflasi baik secara mom maupun yoyo, Suhariyanto optimistis, inflasi bisa dikendalikan sampai akhir tahun. Meskipun pada Desember akan ada lonjakan permintaan barang dan jasa, bertepatan dengan hari raya Natal dan Tahun Baru.

"Inflasi sangat terkendali. Target inflasi 3,5% bisa dipenuhi," ungkap Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×