kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.175   16,00   0,09%
  • IDX 5.091   34,37   0,68%
  • KOMPAS100 657   5,59   0,86%
  • LQ45 518   2,44   0,47%
  • ISSI 170   0,65   0,38%
  • IDX30 291   1,25   0,43%
  • IDXHIDIV20 391   -0,54   -0,14%
  • IDX80 76   0,56   0,74%
  • IDXV30 109   -0,21   -0,19%
  • IDXQ30 98   -0,42   -0,43%

BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13% Jadi 132,60 Pada Oktober 2026


Senin, 02 November 2026 / 13:22 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13% Jadi 132,60 Pada Oktober 2026
ILUSTRASI. Realisasi serapan gabah petani di Jateng (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Oktober 2026 sebesar 132,60 atau meningkat 1,13% dibandingkan September 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan NTP tersebut didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

"Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 1,55%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,41%," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Naik Jadi 129,19 Pada Agustus 2026

Secara nasional, sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, jagung, cabai merah, dan gabah.

Berdasarkan subsektornya, kenaikan NTP terjadi pada tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan rakyat. Subsektor hortikultura mencatat kenaikan tertinggi, yakni sebesar 6,88%.

"Hal ini terutama disebabkan indeks harga yang diterima petani hortikultura naik cukup tinggi yaitu naik 7,12% sedangkan indeks harga yang dibayar petani hortikultura yang hanya mengalami kenaikan sebesar 0,23%," ujar Ateng.

Adapun komoditas yang dominan mendorong peningkatan indeks harga yang diterima petani hortikultura adalah cabai merah, tomat, dan cabai rawit.

Di sisi lain, NTP subsektor peternakan dan perikanan justru mengalami penurunan. Masing-masing subsektor tercatat turun sebesar 0,88% dan 0,51%.

Baca Juga: BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,15% atau 127,84 Pada Juni 2026

Untuk subsektor perikanan, penurunan tersebut berasal dari melemahnya Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 0,99%. Sementara itu, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI) masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,26%.

"Penurunan nilai tukar nelayan terutama karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,51%. Sedangkan, indeks harga yang dibayar nelayan meningkat sebesar 0,49%," ujar Ateng

Adapun komoditas yang dominan menyebabkan penurunan indeks harga yang diterima nelayan antara lain ikan tongkol, layang, dan cakalang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×