Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2026 tercatat sebesar 131,11 atau naik 1,49% dibanding Agustus 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kenaikan NTP tersebut sejalan dengan peningkatan indeks harga yang diterima petani yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
Pada September 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tercatat sebesar 168,86, naik 1,93% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,44% menjadi 128,80,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Ekspor Tiga Komoditas Andalan RI Naik, Volumenya Justru Kompak Menyusut
Dari sisi harga yang diterima petani, sejumlah komoditas menjadi penyumbang kenaikan indeks pada September 2026, antara lain gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit.
Sementara dari sisi harga yang dibayar petani, kenaikan indeks antara lain dipengaruhi oleh cabai rawit, cabai merah, beras, dan daging ayam ras.
Adapun hampir seluruh sub sektor mengalami kenaikan NTP pada September 2026. Kenaikan terbesar terjadi pada subsektor hortikultura, dengan NTP meningkat 4,04% dari 124,47 pada Agustus menjadi 129,50 pada September 2026.
“Hortikultura naik utamanya didorong oleh indeks harga yang diterima petani hortikultura naik 4,34%, sedangkan indeks harga yang dibayar naik hanya 0,30%,” ungkapnya.
Selanjutnya, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,72% menjadi 171,67 dari sebelumnya 168,77. Kemudian NTP tanaman pangan meningkat 1,01% menjadi 119,24 dari 118,04.
Baca Juga: Jadi Kapolri, Prabowo Bakal Lantik Komjen Suyudi Hari Ini (1/10)
NTP subsektor peternakan juga naik 0,57% menjadi 102,91, sedangkan NTP pembudidaya ikan meningkat 0,44% menjadi 108,39.
Sementara itu, NTP subsektor perikanan hanya naik tipis 0,07% menjadi 108,67. Adapun NTP nelayan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan, yakni sebesar 0,17% menjadi 108,85.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













