kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.827   32,00   0,19%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

BPS Catat Inflasi Oktober 2025 Sebesar 0,28%, Tekanan Harga Mulai Meningkat


Senin, 03 November 2025 / 18:52 WIB
BPS Catat Inflasi Oktober 2025 Sebesar 0,28%, Tekanan Harga Mulai Meningkat
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,28% (month to month/mtm) pada Oktober 2025. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,28% (month to month/mtm) pada Oktober 2025, naik dari 0,21% pada September 2025.

Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo menilai, inflasi bulanan Oktober 2025 yang mencapai 0,28% mencerminkan tekanan harga yang meningkat dibandingkan tren historis Oktober sebelumnya.

“Dengan dorongan utama berasal dari lonjakan harga emas perhiasan seiring reli harga emas global, serta komoditas pangan seperti cabai merah dan telur ayam ras,” tutur Banjaran kepada Kontan, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: BPS: Program Makan Bergizi Gratis Mengerek Inflasi Telur dan Daging Ayam Ras

Adapun kenaikan inflasi inti sebesar 0,39% MtM dinilai menunjukkan adanya tekanan yang bersifat lebih persisten di samping komponen harga bergejolak. Selain itu, Banjaran menilai, inflasi tahunan sebesar 2,86% year on year (YoY) pada September 2025 kembali melampaui titik tengah target BI di 2,5 plus minus 1%, sehingga kebijakan moneter berpotensi tetap berhati-hati dalam jangka pendek.

Ke depan, Banjaran menilai, stabilisasi harga emas global pasca kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta moderasi ekspektasi pemangkasan Federal Funds Rate (FFR) pada Desember 2025 diperkirakan menahan tekanan inflasi inti tambahan, sehingga inflasi akhir 2025 kemungkinan akan terjaga di bawah 3% YoY.

Baca Juga: Inflasi Diproyeksi Naik ke 2,5% pada Akhir 2025, Gejolak Domestik Jadi Tantangan

“Namun, perkiraan peningkatan curah hujan hingga Desember 2025 yang dapat menghambat distribusi bahan pangan serta aktivitas masa tanam baru menjadi risiko tambahan yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi harga bergejolak,” ungkapnya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Banjaran memperkirakan inflasi akhir 2025 akan mencapai 2,81%, naik dari 1,57% pada akhir 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×