kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS catat inflasi inti naik karena daya beli masyarakat masih bagus


Senin, 02 September 2019 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Kenaikan inflasi inti menunjukkan daya beli masyarakat masih bagus


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen inti pada Agustus 2019 sebesar 129,46, yang berarti komponen tersebut mengalami inflasi sebesar 0,43% (mom) dari Juli 2019 yang memiliki indeks sebesar 129,46.

"Kenaikan inflasi inti ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih bagus," kata Kepala BPS Suhariyanto pada Senin (2/9) di Jakarta.

Baca Juga: Sejumlah kota ini mengalami deflasi tertinggi di bulan Agustus

Sementara itu, inflasi komponen inti berdasarkan tahun kalender Januari 2019 - Agustus 2019 tercatat sebesar 2,32% dan bila dari tahun ke tahun tercatat 3,30% (yoy). Komponen ini menyumbang inflasi sebesar 0,25%.

Yang menyebabkan kenaikan inflasi inti ini adalah emas dan perhiasan, kenaikan tarif uang SD sebesar 0,06%, SMP dan SMA yang masing-masing sebesar 0,02%, dan juga perguruan tinggi sebesar 0,01%, kenaikan tarif sewa rumah, dan juga kenaikan tarif rumah sakit.

Yang mengalami inflasi lainnya adalah komponen bergejolak dengan inflasi tahun kalender sebesar 5,85% dan inflasi tahun ke tahun sebesar 5,96% (yoy). Komponen ini memberi sumbangan inflasi sebesar 0,05%.

Baca Juga: Harga komoditas pemicu inflasi bulan Agustus 2019 sebesar 0,12%

Sementara itu, komponen yang harganya diatur pemerintah mencatat deflasi tahun kalender sebesar 0,19% dengan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,87% (yoy). Komponen ini hanya memberi sumbangan pada deflasi sebesar 0,08%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×