kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.064   64,00   0,36%
  • IDX 5.736   -204,78   -3,45%
  • KOMPAS100 758   -27,64   -3,52%
  • LQ45 571   -17,85   -3,03%
  • ISSI 199   -7,18   -3,49%
  • IDX30 324   -9,90   -2,96%
  • IDXHIDIV20 403   -9,33   -2,26%
  • IDX80 86   -3,04   -3,43%
  • IDXV30 110   -3,34   -2,95%
  • IDXQ30 105   -2,88   -2,67%

BPS catat ekspor Oktober 2019 tumbuh 5,92% menjadi US$ 14,93 miliar


Jumat, 15 November 2019 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor Indonesia pada bulan Oktober 2019 mengalami peningkatan dari bulan lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Oktober 2019 adalah sebesar US$ 14,93 miliar atau naik sebesar 5,92% (mom).

Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan ekspor minyak dan gas (migas) yang sebesar 11,58% (mom) atau menjadi US$ 926,1 juta.

"Tapi sebagai catatan, dari kenaikan ekspor migas, terdapat penurunan nilai hasil minyak, tetapi nilai minyak mentah dan nilai migas naik," tambah Kepala BPS Suhariyanto pada Jumat, (15/11) di Jakarta.

Baca Juga: Walau ekspor tumbuh tipis, neraca dagang masih bisa surplus

Secara terperinci, ekspor hasil minyak menurun sebesar 21,54% menjadi US$ 180,1 juta. Sementara itu, ekspor minyak mentah meningkat naik sebesar 28,43% menjadi US$ 121,6 juta dan ekspor gas naik 23,45% menjadi US$ 624,5 juta.

Kemudian ini juga disebabkan oleh peningkatan ekspor non migas sebesar 5,56% (mom) atau menjadi US$ 14,001 miliar. Sumbangan non migas terhadap kinerja ekspor Indonesia adalah sebesar 93,80% pada bulan Oktober 2019 ini.

Namun, kinerja ekspor bila dibandingkan dengan Oktober 2018, terlihat mengalami penurunan sebesar 6,13% (yoy).

Baca Juga: Produksi anjlok, ekspor kopi rontok

Demikian juga dengan nilai ekspor kumulatif dari Januari 2019 - Oktober 2019. Total ekspor tercatat sebesar US$ 139,11 miliar atau turun 7,80% dari periode yang sama dari tahun sebelumnya.

"Memang tantangannya besar karena banyak ekonomi negara yang melambat, komoditas juga fluktuatif. Pemerniitah harus memikirkan langkah kebijakan," kata Suhariyanto.

Baca Juga: Volume transaksi trade finance BNI naik 30,28%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×