kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPOM evaluasi bahan pengawet mi instan


Kamis, 14 Oktober 2010 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. HARGA JAGUNG


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan mengkaji ulang aturan penggunaan bahan pengawet mi instan. Evaluasi ini terkait pelarangan mi instan di Taiwan.

Kepala BPOM Kustantinah mengatakan pihaknya akan meninjau apakah bahan pengawet yang dipakai masih layak atau tidak. BPOM akan mengajak peneliti kesehatan dan gizi makanan di berbagai perguruan tinggi dan Kementerian Kesehatan. "Ini akan segera kami laksanakan dalam waktu dekat ini," kata Kustantinah, Kamis (14/10).

Peninjauan ulang ini terjadi karena ada perbedaan aturan pemakaian bahan pengawet antara BPOM dengan Taiwan. Seperti diketahui Taiwan melarang penggunaan bahan pengawet metil parahidroksibenzoat tapi harus menggunakan etil parahidroksibenzoat. Sementara, metil parahidroksibenzoat dipakai di dalam negeri.

Komisi IX DPR mendukung rencana ini. Sebab, rencana itu bisa memberikan kepastian bagi konsumen mi instan di Indonesia. "Kalau bisa, harus secepatnya dilaksanakan," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Ahmad Nizar Shihab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×