kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BPK: Kinerja Ditjen Pajak harus dibenahi


Jumat, 05 November 2010 / 16:35 WIB
BPK: Kinerja Ditjen Pajak harus dibenahi
ILUSTRASI. Jalan Tol Jakarta-Cikampek JSMR


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyelesaikan audit kinerja terhadap Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). BPK menemukan banyak penyimpangan.

Anggota III BPK Hasan Bisri mengatakan Ditjen Pajak harus banyak melakukan pembenahan. Cuma, dia belum mau mengungkapkan apa penyimpangan tersebut. Rencananya, BPK akan menyerahkan hasil audit tersebut pekan depan.

Sebelumnya, Komisi XI DPR telah meminta BPK mengaudit kinerja Ditjen Pajak. Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, audit ini untuk mengetahui kelemahan dan letak ketidakberesan dalam pencairan piutang pajak yang nilainya sangat besar.

Jika kelemahannya pada sistem penagihan dan kinerja aparat Ditjen Pajak, DPR akan merekomendasikan Kementerian Keuangan memperbaiki kinerja penagihan piutang pajak lebih maksimal. ”Saat ini menteri keuangan yang baru kan sedang menjalankan reformasi birokrasi dan perbaikan kinerja internal Ditjen pajak, maka akan terus kita dorong ke arah sana,” singkatnya.

Salah satu contoh kasus yang harus segera diselesaikan adalah tertahannya restitusi perpajakan yang dialami Permata Hijau Sawit (PHS) senilai Rp 530 miliar. Oleh karena itu, DPR meminta BPK untuk segera turun tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×