Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus berjalan.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi FLPP sepanjang 2026 telah mencapai 111.537 unit rumah hingga 23 Juli 2026. Nilai pembiayaan yang telah disalurkan untuk 111.537 unit rumah tersebut mencapai Rp 13,874 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah terus mendorong penyediaan hunian pertama, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: RI Tunggu Hasil Investigasi USTR, Pemerintah Harap Tarif Ekspor Lebih Kompetitif
Dalam waktu dekat, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga akan menggelar akad massal dan serah terima kunci untuk 62.000 KPR rumah subsidi pada 30 Juli 2026.
Akad tersebut akan tersebar di lebih dari 100 titik di 36 provinsi dengan melibatkan 36 bank penyalur mitra BP Tapera. Acara utama akan digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dari total 62.000 calon debitur, sebanyak 200 orang akan mengikuti akad secara langsung di lokasi. Sementara 61.800 calon debitur lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah.
"Kami terus berkoordinasi dengan Menteri PKP selaku Ketua Komite kami serta tim Kepresidenan RI. Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah daerah setempat serta para mitra kerja kami, yaitu bank penyalur dan asosiasi pengembang perumahan," kata Heru dalam keterangannya, Jumat (24/7).
Jika dilihat berdasarkan profesi penerima FLPP sepanjang tahun ini, pekerja swasta masih mendominasi. Sebanyak 71.250 unit atau 63,88% dari total penyaluran dinikmati pekerja swasta.
Kemudian, sebanyak 19.254 unit atau 17,26% disalurkan kepada pekerja wiraswasta. Selanjutnya, PNS serta anggota TNI/Polri memperoleh 10.944 unit atau 9,81%, sedangkan kategori profesi lainnya mencapai 10.089 unit atau 9,05%.
Selain KPR subsidi, pemerintah akan melakukan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar. Akad KUR Perumahan tersebut melibatkan 7.100 debitur, terdiri atas 6.873 debitur dari sisi permintaan (demand) dan 227 debitur dari sisi penyediaan (supply).
Agenda pada akhir Juli tersebut melanjutkan akad massal FLPP yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah. Pada 29 September 2025, akad massal dilakukan terhadap 26.000 unit di Cileungsi, Jawa Barat. Kemudian, pemerintah kembali menggelar akad massal sebanyak 50.030 unit di Serang, Banten pada 20 Desember 2025.
Heru mengatakan keterlibatan pemerintah dalam program pembiayaan perumahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
"Ini menjadi bukti bahwa pemerintah menaruh perhatian dalam menyediakan hunian pertama bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Heru.
Adapun lokasi utama akad massal kali ini, Perumahan Puri Delta City Side, memiliki luas sekitar 13 hektare dengan potensi pengembangan mencapai 1.219 unit rumah. Saat ini sebanyak 200 unit telah dibangun dan 150 unit di antaranya telah terjual.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Purbaya Rem Tambah Anggaran K/L
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














