kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Bos Agrinas: Tidak Ada Arahan Khusus Terkait Pengadaan 105.000 Pikap


Selasa, 24 Februari 2026 / 17:11 WIB
Bos Agrinas: Tidak Ada Arahan Khusus Terkait Pengadaan 105.000 Pikap
ILUSTRASI. Dirut Agrinas Pangan Bakal Garap 11.000 Hektare dalam Waktu Dekat, Segini Targetnya! (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pengadaan 105.000 unit mobil pikap untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi sorotan publik. 

Asal tahu saja, Agrinas Pangan telah menandatangani kontrak pembelian 105.000 pikap dari dua pabrikan asal India yakni Mahindra & Mahindra (M&M) Ltd dan Tata Motors pada 23 Desember 2025 lalu.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa tidak ada arahan khusus di balik rencana importasi kendaraan tersebut, melainkan murni karena pertimbangan suplai dan harga.

Joao menjelaskan, keputusan untuk melakukan impor diambil setelah melalui proses negosiasi dengan produsen lokal. Ia menyebut, keterbatasan kemampuan produsen di dalam negeri untuk memenuhi volume permintaan dalam waktu cepat menjadi kendala utama.

Baca Juga: KPK Dalami Komunikasi Sudewo dengan Ketua DPRD Pati Soal Pemakzulan

"Arahan khusus tidak ada, tapi dari hasil negosiasi ketidakmampuan teman-teman untuk mensuplai Agrinas sehingga memaksa kami untuk melakukan impor," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Joao mengatakan, jika ada produsen lokal yang mampu menjual mobil pikap secara partai besar (bulk) dan sesuai tenggat waktu, pihaknya tentu tidak akan memilih opsi impor.

Mengenai legalitas, Joao memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan aturan. Menurutnya, importasi mobil tersebut tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

"Kami sudah memastikan bahwa untuk melakukan impor mobil itu tidak perlu aturan khusus, sehingga saya rasa kalau sesuai dengan aturan tidak ada yang kami langgar karena itu diperbolehkan," tegasnya.

Terkait keberpihakan pada produk lokal, Joao melontarkan kritik terhadap kondisi industri otomotif saat ini. Ia menyoroti fakta bahwa kendaraan spesifikasi 4x4 sejatinya belum ada yang diproduksi 100% di Indonesia, melainkan banyak yang diimpor dari Thailand dengan rantai pasok yang panjang sehingga harga menjadi mahal.

Joao juga mempertanyakan peran kementerian terkait dalam mendorong lokalisasi produksi mesin kendaraan di dalam negeri selama ini. Menurutnya, langkah Agrinas merupakan sebuah terobosan yang mungkin mengusik zona nyaman pemain lama di industri otomotif.

"Kenapa selama ini tidak ada keterpihakan dari Kementerian Perindustrian khususnya, kenapa tidak langsung mengirim barang mesin-mesin ke Indonesia dan diproduksi di Indonesia selama ini tidak ada keterpihakan juga jadi saya pikir ini adalah sebuah terobosan yang mungkin membuat banyak orang yang akhirnya bisa merasa bahwa kuenya terganggu sehingga mereka terganggu dengan importasi yang kami lakukan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Joao menekankan, inisiatif ini bertujuan memberikan pilihan yang rasional bagi rakyat, di mana pada akhirnya pasar akan memilih produk dengan nilai kegunaan terbaik sesuai dengan uang yang dikeluarkan. 

"Nantinya rakyat akan memilih produk siapa yang terbaik produk, siapa yang paling rasional untuk mereka gunakan dengan money value yang mereka akan keluarkan, ini inisiatif karena melihat ketidakmampuan produksi daripada semua produsen," pungkasnya.

Baca Juga: Remitansi TKI Tembus Rp 288 Triliun pada 2025, Dongkrak Daya Beli

Selanjutnya: Spanyol Terbitkan Obligasi 30 Tahun, Minat Investor Membludak

Menarik Dibaca: 5 Rekomendasi Teh untuk Menyeimbangkan Hormon Anda, Mau Coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×