kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

BNPB: Kerugian yang diderita sepanjang bencana 2019 capai Rp 80 triliun


Senin, 30 Desember 2019 / 11:15 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo saat acara Refleksi Bencana Tahun 2019


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun 2019, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian akibat bencana mencapai Rp 80 triliun. Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi penyumbang kerugian terbesar.  

Puncak bencana karhutla tahun 2019 terjadi pada bulan Juli hingga November lalu. "World Bank telah menghitung kerugian akibat karhutla mencapai Rp 75 triliun," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo saat acara Refleksi Bencana Tahun 2019, Senin (30/12).

Tahun lalu, luas lahan yang terbakar mencapai angka 942.485 hektare (ha). Dari angka tersebut lahan mineral yang terbakar seluas 672.708 ha dan lahan gambut seluas 269.777 ha.

Baca Juga: Gubernur Jatim tetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama 150 hari

Biaya yang disiapkan oleh BNPB untuk penanganan karhutla sebesar Rp 3,4 triliun. Dana tersebut digunakan untuk langkah pemadaman termasuk operasi darat siaga darurat.

Total luas lahan tahun 2019 naik dibandingkan dengan tahun 2018 seluas 529.266 ha. Namun, angka tersebut masih berada di bawah luas karhutla pada tahun 2015 seluas 2,61 juta ha.

"Meski tinggi namun turun drastis dari tahun 2015 lalu," terang Agus.

Kebakaran pun tidak hanya terjadi di Indonesia. Agus bilang kebakaran juga terjadi sejumlah negara seperti Brazil yang mencapai 5 juta ha, Rusia 8,43 juta ha, dan Bolivia seluas 5,3 juta ha lahan yang terbakar.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat dampak kerugian dari bencana lainnya di Indonesia. BNPB mencatat sejumlah bencana besar menghasilkan kerugian sebesar Rp 4,91 triliun.

Baca Juga: Indonesia berduka: 8 Tokoh yang berpulang sepanjang 2019

Bencana tersebut antara lain banjir dan longsor di Sulawesi Selatan mencatatkan kerugian Rp 1,33 triliun. Selain itu banjir dan longsor di Sulawesi Tenggara menyebabkan kerugian hingga Rp 1,91 triliun.

Tahun 2019 lalu juga terjadi gempa bumi di Halmahera Selatan yang menyebabkan kerugian Rp 0,27 triliun. Serta banjir bandang di Papua yang dihitung BNPB menyebabkan kerugian Rp 1,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×