kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Soroti Karhutla hingga Biaya Pendidikan


Selasa, 20 Oktober 2026 / 18:31 WIB
Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Soroti Karhutla hingga Biaya Pendidikan
ILUSTRASI. Demo Mahasiswa (Kontan/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyambut dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). 

Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembenahan kebijakan ekonomi, hingga penurunan biaya pendidikan.

Berdasarkan pantauan Kontan di lokasi, massa bergerak dari Tugu Proklamasi menuju Tugu Tani. Setibanya di lokasi, demonstran membentangkan spanduk dan mengangkat pamflet berisi aspirasi. Hingga pukul 17.00 WIB, massa masih menyuarakan tuntutan mereka.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Fathimah Azzahra, mengatakan aksi tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi bersama berbagai elemen masyarakat. Aksi itu menjadi agenda kedua yang digelar aliansi mahasiswa.

"Hari ini BEM UI bersama dengan BEM universitas lainnya, dan bersama dengan komponen-komponen masyarakat juga, ingin mengadakan aksi di Tugu Tani. Hari ini sebenarnya agenda yang kedua, dan sebenarnya di hari ini kita membawa lima tuntutan sebetulnya," ujar Fathimah di lokasi.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kualitas Lapangan Kerja Masih Jadi Tantangan

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Mereka juga meminta penegakan hukum terhadap korporasi yang terlibat serta pemulihan ekosistem yang terdampak kebakaran.

Di luar persoalan lingkungan, mahasiswa menyoroti tata kelola kebijakan ekonomi yang dinilai perlu dibenahi untuk mengatasi ketimpangan sosial. 

Mereka juga menuntut penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan.

Adapun lima tuntutan Komite Sadar dalam aksi tersebut meliputi penetapan karhutla sebagai bencana nasional, penegakan hukum terhadap korporasi dan pemulihan ekosistem.

Lalu, pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial, penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi, pemberantasan KKN, serta penurunan biaya pendidikan dan perwujudan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.

Pengamanan pun begitu ketat, sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan mengatur lalu lintas yang terdampak aksi tersebut. 

Komite Sadar terdiri dari mahasiswa BEM UI, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Seskab Beberkan Capaian Investasi hingga Program MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×