kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

BNP2TKI minta layanan TKI terpadu di perbatasan


Kamis, 21 Mei 2015 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI meminta kepada Kementerian Dalam Negeri untuk membangun layanan terpadu TKI di wilayah perbatasan. Permintaan tersebut mereka sampaikan untuk memudahkan TKI yang masa kerjanya sudah habis dan kemudian dideportasi untuk mengurus dokumen kerja mereka kembali.

Nusron Wahid, Kepala BNP2TKI mengatakan, permintaan ini dilayangkan karena selama ini banyak TKI yang masa kerjanya habis kemudian dideportasi, memilih untuk bekerja kembali secara ilegal di negara tempat mereka semula bekerja. "Banyak, TKI dideportasi dari Malaysia, mereka ndekem di perbatasan sambil pelan- pelan masuk kembali lagi secara ilegal," kata Nusron di Jakarta Kamis (21/5).

Selain minta dibuatkan layanan terpadu TKI di perbatasan, Nusron juga berharap Kementerian Dalam Negeri juga bisa membangunkan pusat latihan TKI di wilayah- wilayah tersebut, supaya nantinya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas TKI yang akan dikirim ke luar negeri.

"Supaya TKI kita bisa dapat penghasilan yang baik lebih baik," katanya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×