kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

BKPM minta Sinopec mempercepat pembangunan proyek depo minyak Batam


Kamis, 30 Januari 2020 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat mangkrak hingga delapan tahun, pembangunan proyek depo minyak di Batam bakal dilanjutkan lagi. Pelaksana proyek tersebut yaitu Sinopec diminta untuk segera melanjutkan proyek yang sudah ground breaking pada 10 Oktober 2012 termasuk ke dalam daftar investasi mangkrak di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta Sinopec untuk segera melanjutkan proyek pembangunan depo minyak di Batam.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Potensi investasi di Indonesia jauh lebih baik dari Vietnam

"Pembangunan proyek itu (depo minyak di Batam) sangat prioritas, karena itu masuk investasi mangkrak,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/1).

Bahlil menegaskan, untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut, BKPM sudah meminta agar direksi Sinopec dapat segera memberikan penjelasan. "Jadwal bertemu dengan Sinopec belum ditentukan. Kami minta paling lama sampai akhir bulan ini, karena ini proyek sangat strategis," tegas Bahlil.

Kepala BKPM berharap direksi Sinopec segera memberikan kepastian pembangunan kembali proyek depo minyak tersebut. Sehingga pembangunan depo minyak dengan biaya senilai US$ 841 juta atau sekitar Rp 11,77 triliun itu dapat menggairahkan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×