kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BKF: Penguatan Rupiah Belum Tentu Menghemat Anggaran


Rabu, 11 Agustus 2010 / 15:10 WIB


Reporter: | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menilai penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum tentu menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sebab, utang pemerintah tidak dalam mata uang dollar Amerika Serikat saja.

Pjs Kepala BKF Agus Supriyanto menerangkan utang pemerintah juga ada dalam mata uang lain. Karena itu, dia mengatakan, potensi penghematan bisa terjadi jika rupiah juga menguat terhadap mata uang lain. "Tapi, kalau tidak, dia mengatakan, ada penambahan biaya sehingga harus dihitung dulu," katanya kepada KONTAN, Rabu (11/8).

Agus menjelaskan sebagian besar utang yang jatuh tempo tahun ini memang dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Perinciannya, 50% dalam mata uang dolar Amerika Serikat, 40% dalam yen dan sisanya dalam mata uang lain.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan penguatan rupiah akan berdampak pada APBN. Ekonom ADB Edimon Ginting mengatakan, penguatan rupiah akan mengurangi nilai utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×