kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

BKF: Penguatan Rupiah Belum Tentu Menghemat Anggaran


Rabu, 11 Agustus 2010 / 15:10 WIB


Reporter: | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menilai penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum tentu menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sebab, utang pemerintah tidak dalam mata uang dollar Amerika Serikat saja.

Pjs Kepala BKF Agus Supriyanto menerangkan utang pemerintah juga ada dalam mata uang lain. Karena itu, dia mengatakan, potensi penghematan bisa terjadi jika rupiah juga menguat terhadap mata uang lain. "Tapi, kalau tidak, dia mengatakan, ada penambahan biaya sehingga harus dihitung dulu," katanya kepada KONTAN, Rabu (11/8).

Agus menjelaskan sebagian besar utang yang jatuh tempo tahun ini memang dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Perinciannya, 50% dalam mata uang dolar Amerika Serikat, 40% dalam yen dan sisanya dalam mata uang lain.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan penguatan rupiah akan berdampak pada APBN. Ekonom ADB Edimon Ginting mengatakan, penguatan rupiah akan mengurangi nilai utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×