kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BI: Tekanan impor Mei 2018 masih besar


Senin, 11 Juni 2018 / 16:56 WIB
BI: Tekanan impor Mei 2018 masih besar
ILUSTRASI. Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mencatat defisit tak terduga mencapai US$ 1,63 miliar pada April 2018, neraca perdagangan Mei 2018 diperkirakan kembali mencatat defisit.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memperkirakan, tekanan dari impor di Mei lalu masih akan besar. Utamanya, karena berasal dari impor barang modal dan impor barang konsumsi.

"Impor barang modal terkait dengan investasi infrastruktur dan impor barang konsumsi terkait konsumsi masyarakat di hari raya lebaran," kata Dody saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (11/6).

Sayangnya, Dody belum mau menjelaskan seberapa besar tekanan impor dan perkiraan ekspor. Ia masih belum mau memproyeksi kondisi neraca perdagangan Mei tahun ini. "Lebih baik menunggu rilis datanya nanti," tambah Dody.

Sekadar gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan April 2018 defisit US$ 1,63 miliar. Defisit tersebut disebabkan karena nilai impor yang tumbuh jauh lebih tinggi dibanding ekspor.

Nilai impor April 2018 tercatat US$ 16,09 miliar atau naik 11,28% dibanding bulan sebelumnya dan tumbuh 34,68% year on year (yoy). Sementara nilai ekspor April mencapai US$ 14,47 miliar, turun 7,19% dibanding Maret 2018, tetapi tumbuh 9,01% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×