kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

BI targetkan pertumbuhan kredit 10%-12% pada 2020


Kamis, 19 Desember 2019 / 19:53 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan keterangan mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/11/2019). RDG BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) di posisi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) targetkan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 10% - 12%. BI optimistis bahwa ada empat hal yang bisa mendorong pertumbuhan kredit pada tahun depan. 

Menruut Gubernur BI Perry Warjiyo, alasan pertama adalah adanya permintaan kredit yang akan meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi baik dari global maupun domestik.

Baca Juga: Kompak, BI, OJK dan LPS sepakat integrasikan pelaporan perbankan

"Dengan kondisi ekspor kita yang akan meningkat, konsumsi yang bagus, dan investasi yang naik karena transformasi ekonomi, kami yakin ini bisa memicu pertumbuhan ekonomi dan nantinya akan memicu permintaan kredit," kata Perry pada Kamis (19/10) di Jakarta.

Kedua, adalah dengan adanya faktor kebijakan terkait suku bunga yang akan semakin longgar. Menurut Perry, suku bunga di pasar keuangan sudah turun dan dan kredit juga sudah turun meski belum maksimal.

"Tapi kami yakin akan semakin menurun di tahun 2020," tambah Perry.

Baca Juga: Menimbang dampak pemakzulan Trump terhadap pergerakan rupiah

Ketiga, adalah dari bank-bank sendiri yang terlihat sudah siap untuk menyalurkan kredit, dan keempat, BI akan tetap terus memberikan kebijakan yang akomodatif baik dari sisi suku bunga, likuiditas, maupun dari sisi makroprudensial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×