kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

BI Tahan Suku Bunga di 4,75% pada April 2026, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah


Rabu, 22 April 2026 / 14:58 WIB
BI Tahan Suku Bunga di 4,75% pada April 2026, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21–22 April 2026.

Selain BI-Rate, bank sentral juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75% serta Lending Facility sebesar 5,5%. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran target 2,5±1% pada periode 2026–2027.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan keputusan tersebut konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, khususnya dalam penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter.

Baca Juga: Purbaya Akan Ajukan Pengganti 3 Dirjen Kemenkeu ke Presiden pada Mei 2026

“Keputusan ini juga diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global, termasuk akibat konflik di Timur Tengah,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/4/2026).

Keputusan BI ini sejalan dengan proyeksi mayoritas ekonom. Tekanan pada pasar keuangan global mendorong bank sentral memprioritaskan stabilitas nilai tukar guna meredam volatilitas yang berpotensi mengganggu perekonomian domestik.

Ke depan, BI tetap membuka ruang untuk penyesuaian kebijakan moneter, termasuk potensi pengetatan, apabila tekanan inflasi kembali meningkat secara signifikan.

Konsistensi kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap resilien di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×