kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BI: Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi meningkat pada Februari 2020


Senin, 09 Maret 2020 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di gedung kantor pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta, (18/7). 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Sayangnya, responden rumah tangga memperkirakan jumlah tabungan akan menurun pada 6 bulan mendatang (Agustus 2020). Ini terlihat dari perkiraan jumlah tabungan yang menurun dari 119,3 menjadi 113,1.

Selain itu, responden juga memperkirakan jumlah utang akan menurun. Akan tetapi, penurunan jumlah utang tidak sebesar bulan sebelumnya. Ini terlihat dari Indeks Perkiraan Utang yang turun dari 162,2 menjadi 161,6.

Lebih lanjut, responden menjadikan tabungan atau deposito menjadi preferensi utama untuk menyimpan kelebihan pendapatan dalam 12 bulan mendatang. Sebanyak 46,9% responden menyatakan akan menempatkan kelebihan pendapatannya di instrumen tersebut. Ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebanyak 42,9% responden.

Baca Juga: Recurring income kuat, emiten ini dipandang stabil meski hadapi tantangan ekonomi

Sementara sebanyak 20,3% responden memilih penempatan dalam bentuk properti. Ini menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 22,3% responden. Selanjutnya, sebanyak 19,7% responden lebih memilih dalam bentuk emas atau perhiasan dan ini pun menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 20,5%.

Tak hanya itu, dalam 12 mendatang, sebanyak 6,3% responden menyatakan sangat mungkin untuk membeli atau membangun/renovasi rumah menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 7,6%.

Sementara itu, 28,8% responden lain menyatakan ada kemungkinan membeli atau membangun rumah dan sebanyak 64,8% lainnya menyatakan tidak mungkin atau tidak tahu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×