kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

BI Prediksi Inflasi Domestik dan Inflasi IHK 2022 Lebih Tinggi dari Batas Atas 3%


Kamis, 18 Agustus 2022 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. BI Prediksi Inflasi Domestik dan Inflasi IHK 2022 Lebih Tinggi dari Batas Atas 3% plus minus 1%. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/Pool/wsj.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi domestik dan juga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di akhir 2022 akan lebih tinggi dari kisaran batas 3% plus minus 1%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan inflasi domestik tersebut karena, disamping masih tingginya harga pangan dan energi global, kenaikan permintaan juga kemungkinan akan mendorong tekanan inflasi dari sisi permintaan untuk ke depannya.

“Sementara inflasi IHK, disebabkan oleh masih tingginya harga pangan dan energi global, adanya faktor gangguan cuaca, serta kesenjangan pasokan antar waktu dan antar daerah,” tutur Perry dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Kamis (18/8).

Baca Juga: Tak Ada Program Baru, Target Pajak 2023 Melandai

Untuk itu, pihaknya memohon arahan kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan langkah konkrit bersama dalam mengendalikan inflasi pangan, dan mendorong produksi serta mendukung ketahanan pangan nasional ke depannya. Menurutnya, hal tersebut penting bagi pemulihan ekonomi dan juga mendukung kesejahteraan masyarakat.

Langkah yang sudah BI lakukan bersama pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan inflasi adalah dengan menginisiasi suatu gerakan di beberapa daerah yakni gerakan operasi pasar untuk pengendalian inflasi pangan, yang sudah dilakukan sejak Agustus ini.

“Gerakan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk dapat segera mengatasi tingginya inflasi pangan sehingga menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: SR017 Menawarkan Imbal Hasil 5,9% demi Memikat Investor

Ke depan, BI juga akan terus berkomitmen untuk mengarahkan kebijakan-kebijakan dan menjaga stabilitas inflasi, stabilitas nilai tukar dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Alhamdulillah nilai tukar kita termasuk yang paling stabil di dunia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Kami juga mengelola likuiditas yang cukup, dan untuk sementara ini kami masih bisa mempertahankan suku bunga rendah 3,5%,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×