kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BI Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Capai 0,1%-0,9% PDB di 2024


Rabu, 18 September 2024 / 16:08 WIB
BI Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Capai 0,1%-0,9% PDB di 2024
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan akan berada di kisaran 0,1% hingga 0,9% dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2024.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan akan berada di kisaran 0,1% hingga 0,9% dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2024.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, defisit neraca transaksi berjalan yang lebih rendah ini sejalan dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III 2024 yang diperkirakan terus membaik ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar US$ 2,9 miliar.

“Ke depan, NPI 2024 tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (18/9).

Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III-2024 Cukup Baik, Ini Faktornya

Perry juga mengatakan, surplus neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan meningkat didukung berlanjutnya peningkatan aliran masuk modal asing. Ini sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan imbal hasil investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.

Aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, yang mana pada kuartal III 2024 atau hingga 13 September 2024 mencatat net inflows sebesar US$ 10,1 miliar secara quarter to date (qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar US$ 150,2 miliar, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×