kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,24   5,68   0.72%
  • EMAS938.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di 5% akibat tekanan ekonomi global


Kamis, 28 November 2019 / 21:57 WIB
BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di 5% akibat tekanan ekonomi global
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga kanan) berjalan usai berpidato dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam. Acara yang sekaligus penyerahan penghargaan Bank Ind

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 masih baik, tetapi masih stagnan di 5%. Bank Indonesia (BI) menilai kondisi ini tak lepas dari tekanan ekonomi global, khususnya memanasnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Ekonomi global 2019 tidak ramah, perang dagang turut menurunkan globalisasi menjadi digitalisasi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Rapat Tahunan BI, Kamis (28/11) di Jakarta.

Baca Juga: BI optimistis prospek pertumbuhan ekonomi 2020 membaik

Masih banyaknya tantangan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun, memberi setidaknya tiga pelajaran penting bagi BI agar pertumbuhan ekonomi meningkat pada 2020, yaitu sinergi, transformasi, dan inovasi.

Dalam sinergi, BI akan tetap bekerjasama dengan pemerintah, otoritas jasa keuangan (OJK), dan mitra kerja. Bahkan, kerjasama tersebut akan semakin diperkuat.

Selanjutnya untuk langkah  transformasi ekonomi akan ditingkatkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga terkait sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang bisa menjadi fokus pengembangan pada 2020.

"Fokusnya pada industri manufaktur dan pengembangan pariwisata," tambah Perry.

Baca Juga: BI: Kebijakan moneter akan terus digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional

Selanjutnya, pemerintah juga akan berinovasi dalam ekonomi serta keuangan digital dengan memperkuat daya saing dan kepentingan nasional. Pemerintah juga akan berupaya mempersempit kesenjangan di masyarakat.

"Dengan hal-hal tersebut, kami yakin Indonesia akan lebih baik menuju negara maju yang semakin sejahtera," tandas Perry. (Muhammad Osanda Kusuma)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×