kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

BI perkirakan terjadi deflasi pada Juni 2021, ini faktor pendorongnya


Senin, 28 Juni 2021 / 06:30 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi penurunan harga (deflasi) pada bulan Juni 2021. Berdasarkan survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu IV Juni 2021, deflasi diperkirakan sebesar 0,11% month on month (mom). 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,79% year to date (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,38%  year on year (yoy),” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono seperti dikutip Minggu (27/6). 

Erwin menjabarkan, penyumbang utama deflasi pada Juni 2021 yaitu komoditas cabai merah yang turun 0,10% mom, daging ayam ras turun 0,08% mom, tarif angkutan antarkota turun 0,06% mom. 

Kemudian, ada juga penurunan harga cabai rawit sebesar 0,04% mom, bawang merah sebesar 0,02% mom, serta daging sapi, kelapa, tomat, udang bawah, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% mom. 

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diperkirakan sekitar 5,8%-7%, ini pendorongnya

Akan tetapi, masih ada beberapa harga komoditas yang mengalami peningkatan harga (inflasi), seperti telur ayam ras sebesar 0,03% mom, emas perhiasan 0,02% mom, juga minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk, dan rokok kretek filter yang masing-masing naik 0,01% mom. 

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Selanjutnya: BI Proyeksi Juni Terjadi Deflasi 0,09%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×