kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.139   52,00   0,29%
  • IDX 5.963   38,70   0,65%
  • KOMPAS100 774   2,65   0,34%
  • LQ45 591   1,46   0,25%
  • ISSI 206   2,15   1,06%
  • IDX30 334   0,63   0,19%
  • IDXHIDIV20 414   0,40   0,10%
  • IDX80 88   0,33   0,38%
  • IDXV30 112   0,18   0,16%
  • IDXQ30 107   -0,04   -0,04%

BI: Pendapatan Konsumen Untuk Konsumsi Tercatat Menurun pada Agustus 2024


Senin, 09 September 2024 / 10:36 WIB
BI: Pendapatan Konsumen Untuk Konsumsi Tercatat Menurun pada Agustus 2024
ILUSTRASI. Konsumen belanja di sebuah pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/04). Proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 73,5%, turun tipis dari bulan sebelumnya sebesar 73,8%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) menurun pada Agustus 2024.

Proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 73,5%, turun tipis dari  bulan sebelumnya sebesar 73,8%. Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau menurun pada tingkat pengeluaran Rp 1 juta-Rp 2 juta atau mencapai 73,5% dari bulan sebelumnya sebesar 76,5%, serta pengeluaran Rp 2,1 juta-Rp 3 juta, mencapai 73,1% dari bulan sebelumnya sebesar 74,3%. 

Meski begitu, BI mencatat kondisi keuangan konsumen pada Agustus 2024 relatif stabil. proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio), dan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio).

Baca Juga: Daya Beli Menurun, Ekonom: Konsumsi Rumah Tangga Bakal di Bawah 5% pada Kuartal III

Proporsi pembayaran cicilan/utang tercatat sebesar 10,9% atau naik tipis dari bulan sebelumnya sebesar 10,7%, dan pendapatan konsumen yang disimpan tercatat sebesar 15,7%, naik tipis dari bulan sebelumnya sebesar 15,5%.

Porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 1 juta-Rp 4 juta. Sedangkan pengeluaran di atas Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta ke atas tercatat menurun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×