kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

BI: Pemangkasan bunga ECB mengundang dana asing


Jumat, 11 Maret 2016 / 16:06 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Keputusan Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) yang memangkas semua tingkat suku bunga serta penambahan stimulus ekonomi yang diputuskan Kamis (10/3) kemarin malam, memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, keputusan tersebut akan berdampak terhadap emerging market, terutama terkait dengan masuknya arus modal asing ke Indonesia (capital inflow). Dengan bunga yang rendah, pasar modal di Eropa menjadi tidak menarik sehingga investor akan kembali masuk ke emerging market, termasuk Indonesia.

Apalagi, selain Eropa, keputusan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang juga memangkas suku bunganya hingga negatif pada beberapa waktu lalu juga turut mempengaruhi inflow ke Indonesia. Tak hanya itu, ada ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat tahun ini tidak terlalu ekspansif.

"Itu yang kenapa sekarang Indonesia mengalami capital inflow," kata Mirza, Jumat (11/3).

Berdasarkan data BI, hingga pertengahan Februari 2016 lalu, capital inflow yang membanjiri pasar domestik mencapai US$ 2.125 juta. Namun, Mirza melihat adanya dukungan faktor domestik yang berdampak pada derasnya inflow saat ini, yaitu dari rendahnya inflasi nasional dan ekspektasi perbaikan angka neraca perdagangan serta beraca pembayaran Indonesia.

"Kemudian ditambah lagi pemerintah sangat serius lakukan deregulasi berbagai paket untuk sektor riil dalam rangka supaya menggairahkan sektor rill sehingga terjadi permintaan kredit," tambahnya.

Di saat yang bersamaan lanjut dia, BI telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan pemangkasan suku bunga. Hal tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×