kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BI: Naik turunnya BI rate berdasarkan data


Jumat, 27 Februari 2015 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. 5 Essential Oil Terbaik untuk Menyuburkan Rambut.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. Pemerintah menginginkan Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali acuan suku bunganya atau BI rate. Penurunan ini dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih kencang tahun ini.

Menanggapi hal itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kebijakan BI terkait suku bunga mengacu pada data yang ada. "Kalau data dependent menunjukkan kita untuk bisa turun, kita turun. Tapi kalau data dependent mengatakan stay, kita stay. Atau kalau naik, kita naik," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, sewaktu BI menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 7,75% pada November 2014 dikarenakan sikap BI yang ingin mematahkan ekspektasi inflasi. Sekarang ini, inflasi terkendali dan bahkan pada Januari 2015 bisa deflasi sehingga BI menurunkan suku bunganya kembali ke 7,5%.

Penurunan suku bunga yang dilakukan BI pun ditanggapi positif oleh pasar. Menurutnya, saat ini dana masuk ke Indonesia pada Februari 2015 tercatat Rp 53 triliun untuk pasar saham dan obligasi. Nilai ini lebih tinggi bila dibanding tahun lalu yang hanya Rp 30 triliun. "Indonesia ke arah yang baik. Tidak mungkin dana masuk kalau tidak percaya dengan ekonomi Indonesia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×