kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

BI: Naik turunnya BI rate berdasarkan data


Jumat, 27 Februari 2015 / 17:27 WIB
BI: Naik turunnya BI rate berdasarkan data
ILUSTRASI. 5 Essential Oil Terbaik untuk Menyuburkan Rambut.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. Pemerintah menginginkan Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali acuan suku bunganya atau BI rate. Penurunan ini dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih kencang tahun ini.

Menanggapi hal itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kebijakan BI terkait suku bunga mengacu pada data yang ada. "Kalau data dependent menunjukkan kita untuk bisa turun, kita turun. Tapi kalau data dependent mengatakan stay, kita stay. Atau kalau naik, kita naik," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, sewaktu BI menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 7,75% pada November 2014 dikarenakan sikap BI yang ingin mematahkan ekspektasi inflasi. Sekarang ini, inflasi terkendali dan bahkan pada Januari 2015 bisa deflasi sehingga BI menurunkan suku bunganya kembali ke 7,5%.

Penurunan suku bunga yang dilakukan BI pun ditanggapi positif oleh pasar. Menurutnya, saat ini dana masuk ke Indonesia pada Februari 2015 tercatat Rp 53 triliun untuk pasar saham dan obligasi. Nilai ini lebih tinggi bila dibanding tahun lalu yang hanya Rp 30 triliun. "Indonesia ke arah yang baik. Tidak mungkin dana masuk kalau tidak percaya dengan ekonomi Indonesia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×