kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BI: Naik turunnya BI rate berdasarkan data


Jumat, 27 Februari 2015 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. 5 Essential Oil Terbaik untuk Menyuburkan Rambut.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. Pemerintah menginginkan Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali acuan suku bunganya atau BI rate. Penurunan ini dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih kencang tahun ini.

Menanggapi hal itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kebijakan BI terkait suku bunga mengacu pada data yang ada. "Kalau data dependent menunjukkan kita untuk bisa turun, kita turun. Tapi kalau data dependent mengatakan stay, kita stay. Atau kalau naik, kita naik," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, sewaktu BI menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 7,75% pada November 2014 dikarenakan sikap BI yang ingin mematahkan ekspektasi inflasi. Sekarang ini, inflasi terkendali dan bahkan pada Januari 2015 bisa deflasi sehingga BI menurunkan suku bunganya kembali ke 7,5%.

Penurunan suku bunga yang dilakukan BI pun ditanggapi positif oleh pasar. Menurutnya, saat ini dana masuk ke Indonesia pada Februari 2015 tercatat Rp 53 triliun untuk pasar saham dan obligasi. Nilai ini lebih tinggi bila dibanding tahun lalu yang hanya Rp 30 triliun. "Indonesia ke arah yang baik. Tidak mungkin dana masuk kalau tidak percaya dengan ekonomi Indonesia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×