kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

BI minta pemerintah waspadai perlambatan impor


Rabu, 22 Juli 2015 / 18:38 WIB
BI minta pemerintah waspadai perlambatan impor


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menganggap pelemahan nilai tukar rupiah lebih banyak disebabkan oleh sentimen global. Meski demikian ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian pemerintah terkait kondisi dalam negeri.

Misalnya saja, data neraca perdagangan, serta serapan anggaran belanja pemerintah. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, khusus untuk neraca perdagangan yang harus diwaspadai adalah trend penurunan ekspor maupun impor.

Meskipun surplus, tetapi hal itu disebabkan oleh turunnya angka impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor. "Turunnya impor lebih besar dari ekspor harus diwaspadai," ujar Agus, Selasa (22/7) di Istana Negara, Jakarta.

Sebab, jika hal ini terjadi secara berkelanjutan akan berdampak negatif terhadap persepsi pasar. Meskipun akan berdampak pada turunnya neraca transaksi berjalan.

Menteri Koordinator (Menko) bidang perekonomian Sofyan Djalil bilang, ada pelemahan impor memang ada andil dari pelambatan ekonomi. Nah, jika pelambatan ekonomi terus berlanjut maka rupiah bisa tergerus lagi.

Namun demikian, pemerintah sudah menyiapkan beberapa jurus agar pertumbuhan bisa terjaga, tidak melembat lebih dalam. Salah satunya dengan mengalihkan pusat pertumban bukan padaindustri, tetapi pada belanja pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×