kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI minta pemerintah waspadai perlambatan impor


Rabu, 22 Juli 2015 / 18:38 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menganggap pelemahan nilai tukar rupiah lebih banyak disebabkan oleh sentimen global. Meski demikian ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian pemerintah terkait kondisi dalam negeri.

Misalnya saja, data neraca perdagangan, serta serapan anggaran belanja pemerintah. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, khusus untuk neraca perdagangan yang harus diwaspadai adalah trend penurunan ekspor maupun impor.

Meskipun surplus, tetapi hal itu disebabkan oleh turunnya angka impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor. "Turunnya impor lebih besar dari ekspor harus diwaspadai," ujar Agus, Selasa (22/7) di Istana Negara, Jakarta.

Sebab, jika hal ini terjadi secara berkelanjutan akan berdampak negatif terhadap persepsi pasar. Meskipun akan berdampak pada turunnya neraca transaksi berjalan.

Menteri Koordinator (Menko) bidang perekonomian Sofyan Djalil bilang, ada pelemahan impor memang ada andil dari pelambatan ekonomi. Nah, jika pelambatan ekonomi terus berlanjut maka rupiah bisa tergerus lagi.

Namun demikian, pemerintah sudah menyiapkan beberapa jurus agar pertumbuhan bisa terjaga, tidak melembat lebih dalam. Salah satunya dengan mengalihkan pusat pertumban bukan padaindustri, tetapi pada belanja pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×