kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.273   141,10   1,74%
  • KOMPAS100 1.168   22,49   1,96%
  • LQ45 840   10,52   1,27%
  • ISSI 296   7,30   2,53%
  • IDX30 435   3,72   0,86%
  • IDXHIDIV20 518   -0,28   -0,05%
  • IDX80 131   2,34   1,82%
  • IDXV30 142   1,16   0,82%
  • IDXQ30 140   0,03   0,02%

BI masih menilai wajar perang suku bunga deposito di perbankan


Jumat, 18 Januari 2019 / 16:04 WIB
BI masih menilai wajar perang suku bunga deposito di perbankan


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perebutan dana masyarakat di pasar keuangan kian sengit. Apalagi pasca tingkat suku buga acuan Bank Indonesia (BI) naik ke level 6%. Bank mulai menaikkan bunga deposito untuk menarik dana masyarakat mengalir.

Pihak BI menilai situasi tersebut sesuatu yang wajar, yakni bank melakukan  perang suku bunga deposito. "Wajar kalau suku bunga deposito merespon lebih cepat, karena memang funding dari perbankan itu retail," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (18/1).

Apalagi, saat BI melonggarkan likuiditas, aliran modal asing malah keluar atau terjadi outflow. Sehingga ada pengurangan likuiditas rupiah dan menyebabkan funding bank yang berasal dari luar negeri berkurang.

"Namun, suku bunga kredit memang tidak naik terlalu tinggi karena bank-bank lebih banyak meningkatkan efisiensi," jelas Perry.

Perbankan mengurangi spread antara suku bunga deposito dan kredit. Perry merinci suku bunga kredit untuk korporasi 10%, konsumsi 11% sedangkan untuk investasi di bawah 10%.

BI memastikan akan terus menjaga likuiditas di pasar uang tetap cukup. BI dan OJK akan terus berkoordinasi memantau industri dan individu agar likuiditas tetap cukup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×