kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BI luncurkan OIS, instrumen baru jaga suku bunga


Kamis, 15 November 2018 / 22:22 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) luncurkan produk Overnight Index Swap (OIS) sebagai turunan IndONIA. OIS merupakan sarana lindung nilai (hedging) suku bunga dalam rupiah secara periodik yang perhitungannya menggunakan basis bunga harian.

"Yang membuat OIS menarik karena suku bunga jadi lebih stabil, melindungi fluktuasi," ungkap Yoga Affandi, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Kamis (15/11).

Dengan melakukan transaksi OIS, para nasabah akan membayar dengan suku bunga tetap (pay fixed) sesuai kontrak, dan menerima suku bunga mengambang (receive float) sesuai dengan IndONIA. IndONIA digunakan sebagai acuan untuk pengembangan transaksi derivatif OIS yang bersifat jangka pendek. "Pasar OIS berdasarkan transaksi yang adanya likuiditas di situ," jelas Yoga.

Adanya reference rate yang kredibel dalam berbagai transaksi keuangan akan mendorong terciptanya pasar uang yang likuid, serta meningkatkan efisiensi transaksi untuk mendukung stabilitas moneter dan sistem keuangan. Manfaat lainnya, mendukung pembentukan yield curve untuk membantu price discovery di pasar uang dan pasar surat utang.

Selanjutnya, memperkuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Transaksi OIS dapat digunakan sebagai alat untuk melihat ekspektasi pasar terhadap pergerakan suku bunga, serta memperjelas gambaran tentang premi risiko suku bunga. Terakhir, mendukung pasar surat utang melalui pengembangan instrumen lindung nilai (hedging) suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×