kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

BI kembali tahan bunga acuan, ruang pelonggaran makin sempit


Kamis, 18 Januari 2018 / 23:44 WIB
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia (BI)


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai proyeksi, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuannya (BI 7-Day Reverse Repo Rate) di level 4,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Dengan demikian, deposit facility tetap di level 3,5% dan lending facility tetap di level 5%.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, pihaknya masih melihat sejumlah risiko yang patut diwaspadai, baik yang bersumber dari global maupun domestik. Di tingkat global, BI mewaspadai normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju, termasuk The Fed.

BI juga mewaspadai potensi pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi di tahun ini terutama terkait dampak positif reformasi pajak terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

"Berlanjutnya pemulihan ekonomi global tersebut akan mendorong volume perdagangan dunia dan harga komoditas global, termasuk minyak, yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dody dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (18/1).

Pihaknya memproyeksi, harga rata-rata minyak mentah Indonesia di tahun ini mencapai US$ 50 per barel, lebih tinggi dibanding asumsi dalam APBN 2018 yang sebesar US$ 48 per barel. Hal ini berpotensi meningkatkan inflasi.

Meski begitu, BI masih melihat inflasi tahun ini akan ada dalam kisaran 2,5%-4,5% sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, "Kenaikan harga minyak ini tidak harus disertai dengan kenaikan suku bunga kebijakan maupun kebijakan lainnya karena kami memiliki kebijakan lainnya," tambah dia.

Oleh karena itu, Dody melanjutkan arah kebijakan moneter BI hingga saat ini tetap netral. Menurutnya, ruang pelonggaran kebijakan moneter tetap ada, tetapi semakin tipis.

"Sekali lagi, tentunya kebijakan moneter tidak hanya mengandalkan pada suku bunga. Bisa kebijakan yang lainnya termasuk dengan bauran kebijakan makroprudensial," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×