kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI juga perlu soroti konsekuensi kenaikan bunga terhadap rupiah


Senin, 13 Agustus 2018 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia (BI)


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Agung Jatmiko

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan pada Selasa (14/8) dan Rabu (15/8) mendatang untuk menetapkan kebijakan satu bulan ke depan.

Pelemahan lira Turki dinilai perlu menjadi sorotan. Sebab depresiasi lira telah menyebabkan nilai tukar rupiah pada hari ini melemah hingga menembus Rp 14.600 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kepala Ekonom CIMB Niaga Adrian Panggabean juga mengatakan, BI juga masih perlu mencermati beberapa kondisi dengan risiko yang cukup besar, selain soal pelemahan lira Turki. Risiko yang dimaksud Adrian antara lain, dampak perang dagang AS-China, pelemahan yuan, harga minyak dunia, hingga pergerakan euro.

Meski begitu menurutnya, untuk menyelamatkan rupiah, BI juga perlu melihat berbagai konsekuensi kebijakan yang diambil baik oleh pemerintah maupun bank sentral sendiri. Termasuk konsekuensi jika BI menaikkan bunga acuan lagi.

"Karena kenaikan itu akan punya kosekuensi short term sell off di pasar aset. Itu dirasakan akan berdampak self feeding terhadap pelemahan rupiah atau tidak? Kalau iya atau ragu-ragu, ya jangan naikkan (bunga). Kalau tidak, ya silahkan dinaikkan," kata Adrian, Senin (13/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×