kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.923   14,00   0,08%
  • IDX 6.389   54,34   0,86%
  • KOMPAS100 842   6,62   0,79%
  • LQ45 635   2,71   0,43%
  • ISSI 220   2,36   1,08%
  • IDX30 357   1,03   0,29%
  • IDXHIDIV20 441   0,16   0,04%
  • IDX80 96   0,76   0,79%
  • IDXV30 119   0,42   0,36%
  • IDXQ30 114   0,10   0,09%

BI dan pemerintah tengah godok rencana burden sharing pendanaan defisit APBN


Rabu, 03 Juni 2020 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,22/01-STABILITAS SISTEM KEUANGAN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) didampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kanan), menyampaikan keterangan pers seusai menggelar rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kementer


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan tengah berdiskusi untuk mencapai kesepakatan dan mempererat kerja sama terkait kebutuhan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin melebar.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, koordinasi yang erat untuk pendanaan APBN ini mampu membangun kepercayaan investor di surat utang pemerintah.

Baca Juga: Lelang SUN besok diprediksi banjir peminat, ini penyebabnya

"Kami bersama dengan Menteri Keuangan bisa burden sharing untuk menurunkan beban dari SBN ini. Kami akan komunikasikan dalam bentuk kesepakatan bersama yang sedang kita finalkan di hari-hari belakangan ini," kata Perry dalam konferensi pers rapat terbatas, Rabu (3/6).

Perry pun menegaskan, intinya, bank sentral siap untuk mengabsorbsi SBn yang diterbitkan di pasar perdana kalau pasar tidak mencukupi alias menjadi the lend of last resort. Hal ini bertujuan agar pendanaan APBN bisa berjalan lancar dan bisa segera diimplementasikan.

Baca Juga: COVID-19 bikin utang pemerintah tambah besar, bagaimana pelunasannya?

Perry juga optimistis, upaya ini bisa mendatangkan aliran modal asing yang deras dan bisa memberi stimulus pada perekonomian, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut akibat Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×