kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI catat arus modal masuk asing di awal kuartal II-2020 capai US$ 7,3 miliar


Kamis, 18 Juni 2020 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (9/5/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aliran modal asing kembali mengalir ke Indonesia dalam bentuk investasi portofolio. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), dari awal kuartal II-2020 hingga 15 Juni 2020, tercatat net inflow sebesar US$ 7,3 miliar. 

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, aliran masuk modal asing dipengaruhi oleh mulai meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global. Selain itu, ini mencerminkan kepercayaan investor akan prospek perekonomian Indonesia. 

Baca Juga: Gubernur BI: Cadangan devisa meningkat di bulan Mei 2020

"Daya tarik aset keuangan domestik tetap tinggi. Ini juga berarti prospek perekonomian Indonesia tetap baik," kata Perry, Kamis (18/6) via video conference. 

Kembalinya aliran modal asing ke Indonesia pada kuartal II-2020 ini juga akhirnya mendukung capaian baik dari cadangan devisa (cadev). Hal ini terlihat dari peningkatan cadev pada akhir Mei 2020 ke level US$ 130,5 miliar. 

Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri (ULN) pemerintah. Posisi inipun berada di atas standard kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor. 

Baca Juga: BI: Aliran modal asing semakin deras masuk ke Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×