kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

BI: Asumsi rupiah sebaiknya Rp 12.200-Rp 12.800


Kamis, 22 Januari 2015 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Suasana pabrik baja PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) di Cikarang, Bekasi, Rabu (28/12/2022).


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tahun 2015 belum menjadi tahun yang bersahabat bagi nilai tukar rupiah. Ekonomi Amerika yang sedang mengalami perbaikan akan menyebabkan dollar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap semua mata uang, termasuk rupiah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan perkembangkan nilai tukar rupiah dari awal Januari hingga 22 Januari rata-ratanya adalah Rp 12.610 per dollar AS. Maka dari itu, otoritas moneter ini mengusulkan sebaiknya asumsi makro rupiah yang diambil adalah antara Rp 12.200-Rp 12.800.

Dengan asumsi rentang Rp 12.200-Rp 12.800 ini, masih memperkirakan volatilitas rupiah sebesar 5% ke atas dan volatilitas sebesar 5% ke bawah. Pasalnya, "Di dunia sedang ada shock, kecenderungan Amerika membaik ekonominya dan membuat nilai tukar Amerika naik," ujar Agus dalam rapat dengan Komisi XI DPR Jakarta, Kamis (22/1).

Sementara, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, asumsi rupiah dipatok Rp 12.200 per dollar AS. Pada tahun 2014 sendiri, BI mencatat rupiah mengalami depresiasi sebesar 1,76%, lebih rendah dari depresiasi tahun 2013 yang mencapai 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×