kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.944   -6,61   -0,07%
  • KOMPAS100 1.239   4,04   0,33%
  • LQ45 878   4,64   0,53%
  • ISSI 329   -0,38   -0,11%
  • IDX30 448   -0,79   -0,18%
  • IDXHIDIV20 530   -1,88   -0,35%
  • IDX80 138   0,52   0,38%
  • IDXV30 147   -0,68   -0,46%
  • IDXQ30 144   -0,10   -0,07%

BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Jika Ada Sekolah Tolak MBG


Senin, 26 Januari 2026 / 14:03 WIB
BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Jika Ada Sekolah Tolak MBG
ILUSTRASI. Program Makan Bergizi Gratis tak lagi wajib bagi semua sekolah. (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada pemaksaan terhadap sekolah yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya enggak apa-apa,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026). 

Nanik menjelaskan hal itu saat seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. 

Baca Juga: Pemerintah Akan Terbitkan 8 Seri SBN Ritel Pada 2026

Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG. 

“Sekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,” ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. 

Namun begitu, Nanik menegaskan bahwa penerimaan MBG sifatnya suka rela dan tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi manapun.

Baca Juga: Komisi I DPR Gelar Rapat Tertutup dengan Menhan dan TNI, Bahas Strategi Pertahanan

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. 

“Pokoknya, kepala SPPG, kami dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” jelasnya. 

Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. 

Selanjutnya: Pemerintah Akan Terbitkan 8 Seri SBN Ritel Pada 2026

Menarik Dibaca: IHSG Diprediksi Konsolidatif, Ini 3 Rekomendasi Saham Uptrend Pekan Ini dari IPOT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×