kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

BGN Integrasikan CCTV dan AI di 70 Dapur MBG, Tekan Biaya Pengadaan


Senin, 19 Oktober 2026 / 21:21 WIB
BGN Integrasikan CCTV dan AI di 70 Dapur MBG, Tekan Biaya Pengadaan
ILUSTRASI. Kepala BGN Sudaryono (KONTAN/Prayogi Ikhrawinata)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba integrasi kamera pengawas atau CCTV di sekitar 70 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pusat pemantauan.

Sistem ini akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengawasan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, uji coba tersebut dilakukan dengan menghubungkan CCTV yang telah tersedia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke pusat pemantauan.

Baca Juga: Danantara Buka Peluang Investasi Global di Enam Sektor Strategis

Selama ini, rekaman CCTV di dapur MBG hanya digunakan untuk pengawasan internal masing-masing SPPG.

“Semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum terintegrasi, hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu. Sehingga kami sedang piloting ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence sehingga kita bisa memonitor SOP,” ujar Sudaryono usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Melalui sistem tersebut, BGN dapat memantau tahapan operasional dapur, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan makanan, hingga pencucian perlengkapan makan atau ompreng.

Teknologi AI diharapkan membantu mengidentifikasi proses yang perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaan SOP berjalan sesuai ketentuan.

Sudaryono menegaskan, integrasi ini akan memanfaatkan perangkat CCTV yang sudah terpasang di dapur MBG.

Baca Juga: Investasi Hilirisasi Januari-September 2026 Tembus Rp480 T, Nikel Bauksit Mendominasi

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat pengawasan tanpa harus melakukan pengadaan kamera baru secara besar-besaran.

“Jadi kami berusaha bagaimana mengoneksikan saja. Jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan saja. Jadi insyaallah sih tidak akan ada pengadaan yang bombastis kayak yang lalu-lalu sampai ratusan miliar dan lain sebagainya, nggak akan ada,” kata Sudaryono.

Ia menambahkan, pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia juga ditujukan untuk menekan kebutuhan belanja pemerintah dan menghindari pengadaan perangkat dalam skala besar.

“Kalau yang lalu itu kan ada anggaran yang bombastis kemudian jadi temuan dan lain sebagainya. Tapi di sini kami berusaha untuk sebisa mungkin itu kita tidak membeli atau melakukan pengadaan untuk misalnya beli CCTV Rp 90.000, nggak ada,” tegasnya.

BGN berharap integrasi CCTV dan AI dapat meningkatkan efektivitas pengawasan operasional dapur MBG.

Sistem ini juga diharapkan membantu memastikan proses penyiapan makanan bagi penerima manfaat memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo, JPPI Soroti Sekolah Gratis dan Anggaran MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×